MENGENal 8 pintu surga

“…Sehingga apabila mereka sampai
ke surga itu sedang pintu-pintunya sudah terbuka, berkatalah
penjaga-penjaganya, ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kalian, berbahagialah
kalian! Maka masukilah surga ini sedang kalian kekal didalamnya.” (QS. Az-Zumar:
73)
Bagi orang mukmin yang bertakwa disediakan oleh Allah swt. yang Maha Besar sebuah surga berisi segala bentuk kenikmatan. Surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya masyhur dikenal sebagai sesuatu yang tak pernah dilihat oleh mata, didengar telinga atau terlintas di hati manusia seperti kita. Suatu tempat yang sangat spesial, unik dan otentik, yang merupakan rahasia Allah atas makhluk-Nya yang bertakwa.
Sebagaimana diberitakan Al-Qur’an, surga memiliki pintu-pintu. Lewat pintu-pintu itulah orang mukmin dari zaman awal hingga zaman akhir, juga Nabi Muhammad saw. beserta umatnya akan berbondong-bondong masuk. Allah berfirman dalam surat Shad, ayat 49-50, “Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.”
Bagi orang mukmin yang bertakwa disediakan oleh Allah swt. yang Maha Besar sebuah surga berisi segala bentuk kenikmatan. Surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya masyhur dikenal sebagai sesuatu yang tak pernah dilihat oleh mata, didengar telinga atau terlintas di hati manusia seperti kita. Suatu tempat yang sangat spesial, unik dan otentik, yang merupakan rahasia Allah atas makhluk-Nya yang bertakwa.
Sebagaimana diberitakan Al-Qur’an, surga memiliki pintu-pintu. Lewat pintu-pintu itulah orang mukmin dari zaman awal hingga zaman akhir, juga Nabi Muhammad saw. beserta umatnya akan berbondong-bondong masuk. Allah berfirman dalam surat Shad, ayat 49-50, “Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.”
Al-Qur’an menceritakan bahwa pintu-pintu surga akan dibuka bilamana orang-orang
mukmin telah sampai di sana. Malaikat-malaikat yang menjaganya akan menyambut
mereka seraya menyerukan salam kesejahteraan dan kedamaian bagi orang-orang
yang memang berhak atas nikmat surga itu.
“Kesejahteraan dilimpahkan atas kalian, berbahagialah kalian! Maka masukilah
surga ini sedang kalian kekal di dalamnya,” ujar para malaikat sebagaimana
termaktub dalam ayat ke-73, surat Az-Zumar di atas.
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, kata “pintu-pintu yang terbuka” memiliki makna
bahwa pintu surga adalah pintu yang membuat penghuninya dapat leluasa masuk
dengan lancar ke dalamnya. Mereka juga dapat mondar-mandir di dalamnya. Lewat
pintu itu pula, malaikat-malaikat bebas mendatangi mereka dengan membawa hadiah
dan rezeki dari Allah swt. dan apa saja yang menggembirakan mereka. Surat
Ar-Ra’d ayat ke 24 menyebutkan bahwa para malaikat menyabangi penghuni surga
lewat pintu-pintu yang terbuka itu seraya menyerukan salam yang sangat indah,
“Salamun Alaikum bima shabartum.”
Demikianlah pintu-pintu surga yang terbuka yang melambangkan keridhaan Allah
ketika menyambut makhluk-Nya yang ikhlas, yang menghamba pada-Nya sebagaimana
janji yang ditetapkan-Nya. Lalu apa sajakah pintu-pintu surga itu?
Delapan Pintu dan Amalan Khusus
Penjelasan terperinci mengenai pintu-pintu surga tertuang dalam sebuah hadits
dari Abu Hurairah melalui periwayatan Imam Bukhari dan Muslim.
Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa membelanjakan sebagian harta kekayaannya di
jalan Allah swt., ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga dan surga memiliki
delapan buah pintu. Orang yang mengerjakan shalat (secara teratur dan benar)
akan dipanggil dari pintu shalat, orang yang sering bersedekah akan dipanggil
dari pintu sedekah, orang yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad dan
orang yang sering berpuasa secara teratur akan dipanggil dari pintu
puasa.”
Abu Bakar lalu bertanya, “Adakah orang yang akan dipanggil dari semua pintu
itu, ya Rasulullah?”
Nabi menjawab, “Ada dan kuharap kau salah satu dari mereka.”
Bisa ditarik kesimpulan bahwa di surga ada pintu-pintu khusus yang akan
dimasuki orang yang memiliki amal khusus dan menonjol dalam hidupnya. Yang
bagus dari segi shalat, meliputi kekhusyuan, kesempurnaan waktu dan rukunnya
serta sering melakukan shalat sunnah, maka dia akan memasuki surga lewat pintu
shalat. Demikian pula yang ahli sedekah akan masuk lewat pintu sedekah. Seperti
juga yang berjihad dan berpuasa. Untuk pintu puasa, Nabi menambahkan keterangan
lewat sabdanya:
"Di dalam surga terdapat delapan pintu, salah satunya sebuah pintu yang
disebut dengan "ar-Rayyan". Tidak memasuki pintu tersebut kecuali
orang-orang yang berpuasa, dan apabila mereka sudah memasukinya, pintu itu akan
dikunci lagi, sehingga tidak ada yang masuk lewatnya." Hadits ini
diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari Sahal bin Sa’ad.
Kesimpulan yang juga tampak jelas dari
Mengenai pintu terakhir yang disebut Qadhi Iyadh, yakni pintu tempat masuk
orang yang meraih surga tanpa menjalani hisab terlebih dahulu mendapat
konfirmasinya dari hadits shahih Bukhari-Muslim tentang syafaat. Hadits itu
dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Allah berfirman, ‘Hai
Muhammad, bawalah masuk orang-orang dari umatmu yang tidak perlu dihisab ke
dalam surga melalui pintu dibagian kanan surga, sedangkan yang lain dapat masuk
dari pintu-pintu yang lain sebagaimana yang dilakukan oleh para penghuni surga
lainnya’.”
Sedang mengenai kepastian pintu-pintu yang lain tak didapat keterangan
lugasnya. Namun, para ulama meyakini bahwa amal kebajikan manusialah yang
menjadi alasan bagi kekhususan pintu-pintu surga itu. Kebajikan itulah hal
utama yang membuat seseorang akan masuk surga lewat satu pintu atau dapat
melalui pintu yang manapun yang dia kehendaki karena amal perbuatannya memadai
untuk lewat di semua pintu surga yang telah disediakan Allah. Beberapa ulama
lain berpendapat bahwa pintu surga sebenarnya berjumlah banyak.
Luas dan Ciri Pintu Surga
Sebuah hadits dari Abu Hurairah memberitakan mengenai luasnya pintu surga.
Hadits yang merupakan riwayat dari Bukhari, Ahmad, dan Abu Uwanah itu
menceritakan bahwa suatu ketika kepada Nabi dihidangkan semangkuk roti yang
dimasak dengan daging. Rasulullah lantas menggigit lengan kambing pada bagian
yang paling digemarinya dan berujar, “Aku adalah pemimpin manusia pada hari
kiamat.” Kata-kata ini diucapkan Nabi sebanyak dua kali yang ternyata
dimaksudkan untuk memancing pertanyaan dari para sahabat kenapa hal itu bisa
terjadi. Nabi yang mulia itu lalu bercerita bahwa ia datang ke Arsyi, lalu
bersujud di hadapan Allah dan Allah menempatkan dirinya pada tempat yang belum
pernah ditempati siapa pun sebelumnya dan tak akan ditempati siapa pun
sesudahnya.
Kemudian Nabi bertanya mengenai umatnya dan Allah pun berfirman, “Wahai
Muhammad masukkan umatmu yang tidak dihisab lewat pintu sebelah kanan. Mereka
bebas masuk pintu-pintu lainnya.” Kemudian Nabi pun bersabda, “Demi Muhmmad
yang jiwanya ada ditangan-Nya, jarak antara kedua panel daun pintu surga adalah
seperti Mekah dan Hajar atau Hajar dan Mekah.”
Hadits ini menjadi pijakan kuat bagi informasi mengenai luas pintu surga yang
gaib bagi kita itu. Jarak antara Mekah dan Hajar sendiri diperkirakan berjarak
1160 km. Sedangkan dalam redaksi lain yang juga diyakini keshahihannya, jarak
pintu surga adalah seperti Mekah dan Basrah, yakni 1250 km.
Di luar penjelasan ini terdapat beberapa hadits yang dianggap lebih lemah
semisal hadits riwayat Ahmad dalam Musnad-nya yang ia dengar dari Al-Jariri
yang berkata bahwa Nabi saw bersabda, “Jarak antara dua daun pintu surga adalah
empat puluh tahun. Pada suatu hari, ia penuh sesak.” Sementara itu, hadits lain
ada yang menyebut luas antara dua daun pintu surga adalah tujuh puluh tahun
perjalanan. Waallahu A’lam.
Mengenai ciri-ciri pintu surga didapat penjelasan dari Walid bin Muslim bahwa
pintu-pintu surga itu dapat dilihat oleh manusia. Bagian luar pintu-pintu surga
itu dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.
Menurutnya, pintu surga itu dapat berbicara dan orang dapat berbicara
dengannya. Pintu-pintu surga juga memahami perkataan seperti, “Bukalah atau
tutuplah.”
Ciri pintu surga yang lain adalah memiliki rantai sebagaimana diberitakan Anas
bin Malik. Ia menyebut bahwa Nabi pernah berkata, beliaulah yang pertama kali
memegang rantai pintu surga dan itu merupakan kebanggaan tinggi yang tak ada
kebanggaan lain melebihi itu. Ibnu Uyainah juga menyebut, sebagaimana
diriwayatkan Imam Tirmidzi bahwa Nabi saw menyebut rantai itu dipegang beliau
dan kemudian digerak-gerakkannya. Demikian sebagaimana ditulis Ibnu a-Qayyim
Al-Jauziyyah dalam Tamasya ke Surga.
Selanjutnya ciri pintu surga dianggap bersesuaian dengan keadaan surga yang
bertingkat-tingkat. Jadi surga yang lebih tinggi memiliki pintu yang lebih luas
dibanding tingkatan surga yang lebih rendah. Secara logis juga diyakini, jika
luas surga bermacam-macam maka luas pintunya juga bermacam-macam. Waallahu
a’lamu bishawab. hadits-hadits shahih ini adalah bilangan pintu surga yang
berjumlah delapan. Inilah pendapat yang masyhur di kalangan ulama salaf. Empat
pintu di antaranya telah disebut Nabi saw. Lalu apakah empat pintu yang lain?
Nice post :)
BalasHapusmakasih dinda
Hapuskereenn colourfull....
BalasHapusmakasih mamen
HapusBaguss posting nyaa...
BalasHapusmakasih miyong
HapusBaguss posting nyaa...
BalasHapuswow......wuuu.........keren ..
BalasHapusmakasih imel
HapusKece badai ^^ padahal ane belum baca (//)_(//) semoga ane mendapat hidayah biar mau baca ><
BalasHapusKunjungin blog ane Gan, insyaAllah berkah >>>>>>> http://www.akhwatzones.blogspot.co.id/